Mengangkat Visi dan Solusi Masyarakat Adat di Ekuador

Ceibo Alliance adalah organisasi yang menyatukan empat suku bangsa pribumi di Amazon Ekuador, yaitu Siona, A’i Kofan, Siekopai, dan Waorani, untuk bersama-sama mempertahankan wilayah dan kemandirian budaya, sekaligus menyusun berbagai alternatif berbasis solusi untuk menghentikan perusakan hutan hujan.

Solidaritas yang saat ini terjalin antara RAN dengan Ceibo Alliance dan organisasi mitranya, Amazon Frontlines, telah mendukung upaya Aliansi dalam memperluas strategi pertahanan wilayah melalui pemantauan, pemetaan, dan tata kelola berbasis masyarakat. Upaya ini telah membantu melindungi hampir 960.000 ha hutan hujan Amazon, sekaligus membuka peluang pengembangan kepemimpinan bagi para anggotanya. RAN juga memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan Aliansi ini di bidang advokasi politik, yang membuahkan kemenangan bersejarah di bidang hukum dan menjadi dasar untuk pemberian hak atas tanah ulayat seluas 3,5 juta ha hutan hujan Amazon di Ekuador. Selain itu, Community Action Grants (CAG) RAN turut berperan dalam pengembangan model edukasi berbasis masyarakat yang memadukan ilmu pengetahuan teknis Barat dengan penguatan bahasa, pandangan hidup, dan cara belajar Masyarakat Adat.

Beberapa inisiatif utama Ceibo Alliance yang didukung oleh CAG meliputi:

Sekolah Komunikasi Adat: Suara Masyarakat Adat kerap terpinggirkan di forum publik dan media, baik di tingkat regional maupun global. Berbekal pengalaman bertahun-tahun dalam melatih para komunikator adat, Ceibo Alliance mengelola Sekolah Komunikasi Adat yang inovatif untuk memberdayakan generasi muda Masyarakat Adat agar mampu membuat dan membagikan kisah dalam bentuk multimedia yang menyoroti pengalaman serta ketangguhan masyarakat dalam menjaga kawasan Amazon. Sekolah yang dipimpin bersama para komunikator adat berpengalaman dari Ceibo Alliance, yang sebelumnya telah menjalani pelatihan dalam program  ini, membekali para pemuda adat (60% di antaranya perempuan) dari wilayah Hulu Amazon dengan keterampilan fotografi, pembuatan video, dan penggunaan media digital.

Lab Tutur Cerita Masyarakat Adat: Berfungsi sebagai pusat produksi film dan konten media karya Masyarakat Adat, Lab yang dipimpin oleh para penutur cerita berpengalaman dari Ceibo ini tidak hanya menciptakan berbagai konten media, tetapi juga melatih para komunikator adat di Sekolah Komunikasi dalam bidang penyuntingan dan produksi. Pada tahun 2024, Lab ini telah memproduksi lebih dari 30 proyek multimedia, termasuk film dokumenter, esai foto, dan video, yang disebarluaskan melalui kanal media sosial Ceibo. Dengan target produksi 50 proyek setiap tahun, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat suara, visi, dan solusi Masyarakat Adat, serta memperluas jangkauannya hingga ke tingkat internasional.


Sekolah Pertahanan Wilayah Regional: Diluncurkan pada Juni 2023, Sekolah Pertahanan Wilayah ini menyelenggarakan program pelatihan selama 18 bulan bagi anggota patroli wilayah adat dari 24 komunitas yang berasal dari enam bangsa pribumi di Amazon Ekuador. Berlandaskan pengalaman di bidang pertahanan wilayah selama hampir satu dekade, sekolah ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan penting tentang strategi pertahanan di antara empat bangsa pribumi pendiri Ceibo Alliance dan dua bangsa mitra baru, Shuar dan Kichwa. Ke depannya, jangkauan sekolah ini akan diperluas ke lebih banyak komunitas dan bangsa pribumi lainnya. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan para anggota patroli wilayah yang terlibat dalam pemantauan, pemetaan, hak, dan tata kelola lahan sehingga mampu mengembangkan dan mereplikasi strategi perlindungan hutan yang efektif di wilayah masing-masing. Secara keseluruhan, wilayah yang dicakup meliputi hampir 960.000 ha hutan hujan, yang menyimpan sekitar 570 juta metrik ton karbon. Dengan demikian, program ini sangat penting bagi perlindungan hutan hujan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Kerja dan upaya Ceibo Alliance membuktikan hadirnya kekuatan dalam sebuah aliansi yang bersatu untuk melindungi kawasan Amazon dan mempertahankan wilayah adat tradisionalnya meskipun praktik destruktif untuk mengeksploitasi sumber daya hutan Amazon masih terus berlangsung, sementara pemerintah dan para elite di Ekuador maupun tingkat internasional berupaya menghapus capaian bersejarah gerakan Masyarakat Adat di negara tersebut.

Mendukung Perjuangan untuk Keadilan Iklim di Pantai Teluk Amerika Serikat

RAN turut mendukung perjuangan melawan ekspansi infrastruktur gas metana (yang juga dikenal sebagai gas ‘alam’ cair atau LNG) di wilayah Pantai Teluk Amerika Serikat. Proyek-proyek ekspansi sarana dan prasarana gas metana ini menimbulkan emisi besar-besaran, kerusakan permanen terhadap ekosistem, dan dampak parah terhadap komunitas garis depan dan Masyarakat Adat di Lembah Rio Grande, Texas Selatan. Suku Carrizo Comecrudo di Texas menjadi garda terdepan dalam menentang berbagai industri ekstraktif dan merusak,  seperti industri minyak dan gas, perusahaan SpaceX, hingga pembangunan tembok perbatasan.

Jika terminal ekspor Rio Grande LNG dan Texas LNG dibangun, bersama dengan jaringan pipa gas Rio Bravo, ketiganya akan menghasilkan emisi gas rumah kaca setara dengan sekitar 40,4 juta mobil per tahun. Proyek ini juga akan mengancam berbagai situs sakral Masyarakat Adat, membangun infrastruktur jalan di lahan basah alami yang belum terganggu, mencemari suaka margasatwa di dekat area, dan memutus jalur koridor margasatwa nasional. Selain itu, proyek ini pun akan mengubah lokasi di sekitar Pelabuhan Brownsville menjadi pusat ekspor skala industri, lengkap dengan tangki penyimpanan, cerobong suar, dan risiko ledakan tinggi.

Wilayah ini sudah lama menghadapi ketimpangan kesehatan yang serius dan berisiko tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Selain dampaknya terhadap keadilan lingkungan, fasilitas Texas LNG akan dibangun di Garcia Pasture yang merupakan situs pemakaman leluhur Suku Carrizo Comecrudo dan diakui oleh World Monuments Fund sebagai situs bersejarah terancam punah dan tak tergantikan. Pihak Texas LNG tidak pernah melakukan konsultasi dengan Suku Carrizo Comecrudo, masyarakat asli Delta Rio Grande di Texas Selatan, sehingga tidak memperoleh Keputusan Bebas, Didahulukan, dan Diinformasikan (KBDD atau FPIC) dari suku tersebut.

Selama bertahun-tahun, Suku Carrizo Comecrudo menjadi pemimpin masyarakat garis depan dalam melawan pembangunan infrastruktur gas metana, termasuk melalui pengorganisasian masyarakat, ikut serta dalam sidang perizinan, menyelenggarakan Tribunal Hak Asasi Manusia Carrizo Comecrudo, dan berbagai kegiatan lainnya. Keberhasilan upaya pengorganisasian masyarakat dan ketidakstabilan pasar gas menyebabkan pembatalan proyek Annova LNG pada 2021, sejumlah bank menarik diri dari proyek Rio Grande LNG, dan beberapa bank lainnya menyusun kebijakan eksklusi terhadap LNG. Pada tahun yang sama, para pemimpin masyarakat juga memenangkan gugatan hukum penting yang mewajibkan pembuat kebijakan federal mengevaluasi kembali dampak keadilan lingkungan dan iklim dari rencana pembangunan yang diusulkan.

Salah satu proyek garis depan yang didukung oleh Community Action Grants adalah Bridges to the Ancestors (Jembatan Menuju Para Leluhur), sebuah kegiatan lari/jalan kaki yang dipimpin oleh pemuda masyarakat pribumi untuk meningkatkan kesadaran akan dampak buruk gas metana sekaligus membangun jaringan aliansi di seluruh Texas. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari ini melintasi wilayah komunitas garis depan yang terdampak gas metana. Tujuannya adalah menegaskan pengaruh berbagai aspek infrastruktur bahan bakar fosil terhadap masyarakat, mulai dari ekstraksi, transportasi, hingga pengolahan dan ekspor.

Melalui kegiatan jalan kaki sejauh 600 mil ini, Suku Carrizo Comecrudo menjalin hubungan dan berkolaborasi dengan masyarakat lokal yang juga menolak proyek ekspansi bahan bakar fosil. Kegiatan ini juga diselingi serangkaian pertemuan publik di wilayah leluhur Suku Carrizo Comecrudo. Selama kegiatan berlangsung, bank besar asal Prancis, Société Générale, menarik dukungan finansialnya dari proyek ekspor gas serpih Rio Grande LNG yang kontroversial. Baru-baru ini, Chubb Insurance juga menjadi perusahaan asuransi besar pertama yang menghentikan pertanggungan asuransinya terhadap proyek tersebut.

Selama bertahun-tahun, para penggerak komunitas garis depan dari Suku Carrizo Comecrudo di Texas bersama para mitranya berjuang tanpa henti untuk melindungi komunitasnya dan mendorong kondisi iklim yang layak huni. Upaya kolektif ini telah berhasil meraih banyak capaian penting, tetapi perjuangannya demi mewujudkan keadilan masih terus berlanjut.